×
Copyright © Nusa satu 2020, All Right Reserved

Nusasatu

1 Bulan lalu

Panduan Sholat Taubat serta tata cara niat dan doa

Shalat taubat adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon ampun kepada Allah. Umumnya orang-orang melakukan shalat ini bersamaan dengan taubat .

Meskipun begitu taubat bukan termasuk syarat utama diterimanya taubat nasuha. Terdapat beberapa dalil yang membahas shalat sunnah taubat, salah satunya dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca juga : Panduan Sholat Wajib serta Tata Cara Niat dan Bacaan

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR. Ahmad no. 48)

Bersamaan dengan hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan ayat berikut,

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran ayat 135)

Setelah mengerjakan shalat taubat bukan berarti proses taubat selesai sampai disitu. Kita juga harus menyesali dosa yang telah diperbuat, segera berubah ke arah yang baik, dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa.

Tata Cara Shalat Taubat

Shalat taubat dilakukan sebanyak 2 rakaat dan memiliki tata cara yang sama seperti shalat sunnah lainnya, yang membedakan hanya niat dalam hati sebelum memulai shalat.

Untuk niat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan niat khusus shalat taubat. Jadi bisa diniatkan menggunakan bahasa sendiri.

Namun umumnya orang-orang niat dengan membaca,

“Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillahi ta’aalaa.”

“Saya berniat shalat sunnat Taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Mengenai waktunya, shalat taubat boleh dilakukan kapan saja, termasuk dalam waktu terlarang untuk shalat. Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Al Fatawa menjelaskan,

“Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka’at. Lalu ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakar Ash Shiddiq.”

Sedangkan waktu terbaik untuk mengerjakan shalat taubat adalah saat itu juga ketika kita berniat untuk taubat. Tidak perlu ditunda-tunda karena semakin cepat kita bertaubat semakin baik.

Tidak ada bacaan khusus untuk shalat taubat, tiap rakaat diisi dengan membaca Al-Fatihah serta surat apapun yang dihafal dan tidak memberatkan.

Setelah shalat disarankan untuk memperbanyak isthigfar kemudian bertekad untuk tidak mengulangi dosa yang telah diperbuat.

Doa Shalat Taubat

Dari hadits riwayat Bukhari no. 834, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa kepada Abu Bakar Ash Shiddiq yang bisa dibaca usai shalat taubat. Doa tersebut berbunyi,

“Allahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim.”

“Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Baca juga : Perjalanan Rassulullah dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa

Tidak ada bacaan khusus yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat taubat. Cukup ucapkan dzikir yang biasa beliau ucapkan yaitu,

“Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi.”

“Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Dibaca semampunya (tidak ada jumlah tertentu) dengan sungguh-sungguh sambil menyesali dosa yang telah diperbuat. by. Kitaumroh Blog


0 Komentar Suka 90 Dilihat
Silakan login untuk menambahkan komentar